14 Agustus 2008

Reformasi Kebudayaan Upaya Menemukan Kembali Jatidiri Bangsa


Ukuran : kuarto
Tebal : 146 hal (46 artikel + 100 gambar)
Harga : Rp. 65.000,-

Sewindu sudah reformasi berjalan tertatih-tatih membangun demokrasi. Dalam alam Indonesia yang demokratis kaum terpelajar ikut bertanggung jawab secara moral dan intelektual perihal perbaikan nasib bangsa sekaligus terhadap peradaban. Proses dekadensi moral yang merusak masyarakat dan meracuni jiwa kaum muda sudah mengancam peradaban bangsa tepat pada jantungnya. Gejala-gejalanya sudah tampak jelas dipelupuk mata dan harus segera dicarikan obat yang radikal, yakni pendidikan moral. Hanya dengan memperbaiki yang rusak di waktu kini, maka dapat dijamin tumbuhnya masyarakat yang sehat di masa depan. Salah satunya melalui pendidikan berbasis kebudayaan, demi mengingat kembali jaidiri bangsa yang sejati, yang sebagian besar terpateri pada bangunan candi dan warisan purbakala.

Menjadi kewajiban generasi sekarang untuk menyerahkan tanah pusaka ini kepada generasi mendatang dalam kondisi yang lebih mulia. Kepada anak cucu kita - pemilik masa depan - yang akan meneruskan memelihara tanah tumpah darah ini sebagai pusaka bangsa.

MISI
Mempebaiki moral dengan membangkitkan rasa nasionalisme melalui bangunan candi dan warisan purbakala.

VISI
Dalam keprihatinan mencermati krisi akhlak bangsa yang tengah dilanda prahara demoralisasi, penulis melihat manfaat keberadaan bangunan candi dan berbagai warisan purbakala, yang dapat lebih berfungsi sebagai sarana pendidikan kultural untuk memulihkan jati-diri bangsa seutuhnya. Dengan menghayati keagungan masa lampau, yang merupakan akar kepribadian bangsa, semoga mampu mengembalikan harkat dan martabat kita sebagai bangsa berbudaya dan berperadaban tinggi. Yang dalam pandangan RA. Kartini seabad silam, adalah : '.....jiwa-jiwa nan elok, lembut, agung, bertaqwa dan berendah hati'.

Tidak ada komentar: